Tipe-tipe Mikrokontroller

Mikrokontroller ATMEL
Mikrokontroller Atmel dapat dikatakan sebagai mikrokontroller terlaris dan termurah saat ini. Chip mikrokontroller ini dapat deprogram menggunakan port parallel dan serial. Selain itu, dapat beroperasi hanya dengan 1 chip dan beberapa komponen dasar seperti kristal, resistor, dan kapasitor.
Mikrokontroller tipe Atmel AT89S52 termasuk dalam keluarga Mcs51, merupakan suatu mikrokontroller CMOS 8-bit dengan daya rendah, kemampuan tinggi, memiliki 8 kilobyte Flas programmable and Erasable Read Only Memory (PEROM).
Perangkat ini dibuat menggunkan teknologi memori nonvolatile (tidak kehilangan data bila kehilangan daya listrik). Set instruksi dan kaki keluaran adalah mikrokontroller yang sangat bagus dan fleksibel dengan harga yang rendah untuk banyak aplikasi system kendali.

Fasilitas yang terdapat dalam AT89S52, antara lain :
  1. sesuai dengan produk Mcs-51.
  2. Terdapat memori flas yang terintegrasi dalam system, dan dapat ditulis ulang sebanyak 1000 kali.
  3. Beroperasi pada frekuensi 0 sampai 24 MHz.
  4. Tiga tingkat kunci memori program.
  5. Memiliki 256 x 8 bit RAM internal.
  6. Terdapat 32 jalur masukkan/keluaran terprogram.
  7. Tiga pewaktu/pencacah 6 bit (untuk 52) dan dua pewaktu/pencacah 16 bit (untuk 51).
  8. Delapan sumber interupsi untuk 52 dan enam untuk 51.
  9. Kanal serial terprogram.
  10. Mode daya rendah dan mode daya mati..

Mikrokontroller PIC
PIC adalah keluarga mikrokontroller tipe RISC buatan Micrichip Technology. Bersumber dari PIC 1650 yang dibuat oleh devisi Mikroelekronika General Instrumen. Teknologi Micrichip tidak menggunakan PIC sebagai akronim, melainkan nama brandnyaialah PIC micro. Hal ini karena PIC singkata dari Pheriperal Interace Controller. Tetapi general instrument mempunyai akronim PIC1650 sebagai programmable Intelligent Computer.
Pada awalnya PIC dibuat menggunakan teknologi general instrument 16 bit CPU yaitu CPU1600. bit PIC dibuat pertama kali 1975 untuk menigkatkan performa system penigkatkan pada I/O. saat ini PIC telah dilengkapi dengan EPROM dan komunikasi serial, UAT, kernel control motor, serta memori program dari 512 word hingga 32 word. 1 word disini sama dengan 1 instruksi bahasa assembly yang bervariasi dari 12 hingga 16 bit, tergantung dari tipe PIC micro tersebut.

Maxim
Maxim merupakan salah satu produsen chip yang focus pada komponen digital dan komunikasi seperti mikrokontroller, akuisasi data dan komponen RF (radio frekuensi). Maxim cukup inovatif dengan meluncurkan mikrokontroller yang mendukung jaringan computer antar lain 80C400 dengan kecepatan tinggi. Beberapa chip mikrokontroller juga mendukung penggunaan compiler C, macro assemblers, real-time kernels, debuggers, simulator pada lingkungan IDE (Interface Design Environment) yang bagus.

Routing Information Protocol

RIP termasuk dalam protokol distance-vector, sebuah protokol yang sangat sederhana. Protokol distance-vector sering juga disebut protokol Bellman-Ford, karena berasal dari algoritma perhitungan jarak terpendek oleh R.E. Bellman, dan dideskripsikan dalam bentuk algoritma-terdistribusi pertama kali oleh Ford dan Fulkerson.
Setiap router dengan protokol distance-vector ketika pertama kali dijalankan hanya menSAPui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak menSAPui topologi jaringan tempatnya berada. Router kemudia mengirimkan informasi lokal tersebut dalam bentuk distance-vector ke semua link yang terhubung langsung dengannya. Router yang menerima informasi routing menghitung distance-vector, menambahkan distance-vector dengan metrik link tempat informasi tersebut diterima, dan memasukkannya ke dalam entri forwarding table jika dianggap merupakan jalur terbaik. Informasi routing setelah penambahan metrik kemudian dikirim lagi ke seluruh antarmuka router, dan ini dilakukan setiap selang waktu tertentu. Demikian seterusnya sehingga seluruh router di jaringan menSAPui topologi jaringan tersebut.

Protokol distance-vector memiliki kelemahan yang dapat terlihat apabila dalam jaringan ada link yang terputus. Dua kemungkinan kegagalan yang mungkin terjadi adalah efek bouncing dan menghitung-sampai-tak-hingga (counting to infinity). Efek bouncing dapat terjadi pada jaringan yang menggunakan metrik yang berbeda pada minimal sebuah link. Link yang putus dapat menyebabkan routing loop, sehingga datagram yang melewati link tertentu hanya berputar-putar di antara dua router (bouncing) sampai umur (time to live) datagram tersebut habis.

Menghitung-sampai-tak-hingga terjadi karena router terlambat menginformasikan bahwa suatu link terputus. Keterlambatan ini menyebabkan router harus mengirim dan menerima distance-vector serta menghitung metrik sampai batas maksimum metrik distance-vector tercapai. Link tersebut dinyatakan putus setelah distance-vector mencapai batas maksimum metrik. Pada saat menghitung metrik ini juga terjadi routing loop, bahkan untuk waktu yang lebih lama daripada apabila terjadi efek bouncing..

RIP tidak mengadopsi protokol distance-vector begitu saja, melainkan dengan melakukan beberapa penambahan pada algoritmanya agar routing loop yang terjadi dapat diminimalkan. Split horizon digunakan RIP untuk meminimalkan efek bouncing. Prinsip yang digunakan split horizon sederhana: jika node A menyampaikan datagram ke tujuan X melalui node B, maka bagi B tidak masuk akal untuk mencapai tujuan X melalui A. Jadi, A tidak perlu memberitahu B bahwa X dapat dicapai B melalui A.

Untuk mencegah kasus menghitung-sampai-tak-hingga, RIP menggunakan metode Triggered Update. RIP memiliki timer untuk menSAPui kapan router harus kembali memberikan informasi routing. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update). Dengan demikian, router-router di jaringan dapat dengan cepat menSAPui perubahan yang terjadi dan meminimalkan kemungkinan routing loop terjadi.

RIP yang didefinisikan dalam RFC-1058 menggunakan metrik antara 1 dan 15, sedangkan 16 dianggap sebagai tak-hingga. Route dengan distance-vector 16 tidak dimasukkan ke dalam forwarding table. Batas metrik 16 ini mencegah waktu menghitung-sampai-tak-hingga yang terlalu lama. Paket-paket RIP secara normal dikirimkan setiap 30 detik atau lebih cepat jika terdapat triggered updates. Jika dalam 180 detik sebuah route tidak diperbarui, router menghapus entri route tersebut dari forwarding table. RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route. Router harus menganggap setiap route yang diterima memiliki subnet yang sama dengan subnet pada router itu. Dengan demikian, RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).

RIP versi 2 (RIP-2 atau RIPv2) berupaya untuk menghasilkan beberapa perbaikan atas RIP, yaitu dukungan untuk VLSM, menggunakan otentikasi, memberikan informasi hop berikut (next hop), dan multicast. Penambahan informasi subnet mask pada setiap route membuat router tidak harus mengasumsikan bahwa route tersebut memiliki subnet mask yang sama dengan subnet mask yang digunakan padanya.

RIP-2 juga menggunakan otentikasi agar dapat menSAPui informasi routing mana yang dapat dipercaya. Otentikasi diperlukan pada protokol routing untuk membuat protokol tersebut menjadi lebih aman. RIP-1 tidak menggunakan otentikasi sehingga orang dapat memberikan informasi routing palsu. Informasi hop berikut pada RIP-2 digunakan oleh router untuk menginformasikan sebuah route tetapi untuk mencapai route tersebut tidak melewati router yang memberi informasi, melainkan router yang lain. Pemakaian hop berikut biasanya di perbatasan antar-AS.

RIP-1 menggunakan alamat broadcast untuk mengirimkan informasi routing. Akibatnya, paket ini diterima oleh semua host yang berada dalam subnet tersebut dan menambah beban kerja host. RIP-2 dapat mengirimkan paket menggunakan multicast pada IP 224.0.0.9 sehingga tidak semua host perlu menerima dan memproses informasi routing. Hanya router-router yang menggunakan RIP-2 yang menerima informasi routing tersebut tanpa perlu mengganggu host-host lain dalam subnet.

RIP merupakan protokol routing yang sederhana, dan ini menjadi alasan mengapa RIP paling banyak diimplementasikan dalam jaringan. Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan. Walaupun demikian, untuk jaringan yang besar dan kompleks, RIP mungkin tidak cukup. Dalam kondisi demikian, penghitungan routing dalam RIP sering membutuhkan waktu yang lama, dan menyebabkan terjadinya routing loop. Untuk jaringan seperti ini, sebagian besar spesialis jaringan komputer menggunakan protokol yang masuk dalam kelompok link-state.


RTMP
Routing Tabel Protokol Pemeliharaan ( RTMP) adalah suatu protokol komunikasi yang digunakan oleh Appletalk untuk memastikan bahwa semua penerus pada jaringan mempunyai konsisten menaklukkan informasi.

IGRP
Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) adalah sebuah routing protocol jenis distance-vector milik cisco (cisco-proprietary). Artinya semua router anda harus router cisco untuk menggunakan IGRP dijaringan anda.
IGRP memiliki jumlah hop maksimum sebanyak 255, denga nilai default 100. Ini membantu kekurangan pada RIP.

Interior Gateway Routing Protocol IGRP adalah suatu menaklukkan protokol untuk menyediakan penaklukan di dalam suatu sistem otonomi .Di (dalam) mid-1980s, protokol penaklukan bagian dalam/pedalaman yang paling populer adalah Menaklukkan Protokol Informasi ( RIP). Walaupun RIP adalah bermanfaat untuk menaklukkan di dalam kecil- ke moderate-sized,secara relatif homogen internetworks, batas nya didorong oleh pertumbuhan jaringan. Ketenaran Cisco Penerus dan ketahanan IGRP mendukung organisasi banyak orang dengan besar internetworks untuk menggantikan RIP dengan IGRP. Cisco yang dikembangkan IGRP Ditingkatkan pada awal 1990s untuk meningkatkan beroperasi efisiensi IGRP.

IGRP adalah suatu Interior Gateway Routing Protocol ( IGP). Panah/Garis vektor Jarak yang menaklukkan protokol [yang] mathematically bandingkan rute yang menggunakan pengukuran jarak beberapa. Penaklukan Panah/Garis vektor Jarak Protokol adalah sering dibandingkan dengan link-state yang menaklukkan protokol, yang mengirimkan informasi koneksi lokal semua di (dalam) internetwork.

Untuk menyediakan fleksibilitas tambahan, IGRP mengijinkan multipath menaklukkan. Equal-Bandwidth rangkap Bentuk dapat menjalankan arus tunggal berdagang pertunjukan protes, dengan peralihan otomatis kepada garis yang kedua jika satu garis turun. Berbagai alur dapat mempunyai ilmu tentang meter berbeda namun tetap multipath rute sah.

Menggunakan IGRP, sebagai contoh, jika satu alur adalah tiga kali lebih baik daripada alur lain (metrik nya adalah tiga kali lebih rendah), makin baik alur akan digunakan tiga kali sering. Hanya mengarahkan dengan ilmu tentang meter yang adalah di dalam suatu perbedaan atau cakupan tertentu rute yang terbaik digunakan sebagai berbagai alur. Perbedaan adalah nilai lain yang dapat dibentuk/mapan oleh pengurus jaringan.

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

Perlunya ISBD sebagai mata kuliah kepribadian dasar keilmuan, etik dan estetik dalam kaitannya dengan wawasan berpikir keilmuan dan kemasyrakatan.
ISBD sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat dikarenakan dengan adanya ISBD ini kita bisa memahami kondisi sosial dan budaya indonesia. Kenapa demikian karena system social dan budaya masyarakat indonesia bersifat heterogen. Karena masyarakat indonesia yang bersifat heterogen ini menyebabkan masyarakat yang rawan akan konflik karena perbedaan karakter dan cara berpikir (adat istiadat) dari masing-masing masyarakat, hal inilah yang meyebabkan seringnya terjadi konflik. Seperti yang terjadi saat ini di indonesia khususnya banyak sekali terjadi konflik-konflik antar suku, misalnya kasus ambon dan timika di papua.
Indonesia juga merupakan negara yang mempunyai susunan masyarakat dengan ciri Pluralitas yang tinggi.
enyebab pluralitas ini disebabkan oleh :
berbedanya keadaan geografis dalam masyarakat.
perbedaan iklim efek dari berbedanya iklim ini mengakibatkan plural secara regional.
Oleh hal itulah ISBD sangat diperlukan sebagai penyeimbang dalam tatanan kehidupan masyrakat yang mempunyai nilai etik dan estetika yang tinggi. Dengan ISBD ini kita bisa menumbuhkan jiwa sosialis yang tinggi terhadap sesama.

Apakah system social dan system budaya dalam masyarakat berubah dan berkembang mengikuti perkembangan zaman ?
iya,
Karena dengan perkembangan zaman yang semakin modern dan maju dan banyaknya pula teknologi yang berkembang secara tidak langsung akan mempengaruhi sistem sosial dan sistem budaya, karena kadua sistem ini sangat berkaitan erat (sistem sosial memelihara sistem budaya). Maksudnya disini adalah perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan mempunyai satu aspek yang sama yaitu keduanya saling bersangkut-paut dengan suatu penerimaan cara baru atau suatu perbaikan dalam cara suatu masyrakat memenuhi kebutuhannya. Garis pemisah perubahan sistem sosial dan sistem budaya sangat sulit untun dibedakan. Misalnya perubahan dalam model pakaian atau kesenian, perubahan tersebut dapat terjadi tanpa mempengaruhi lembaga kemasyarakatan atau sistem sosial. Suatu perubahan sosial dalam kehidupan tertentu tidak mungkin berhenti pada satu titik, karena perubahan di bidang lain akan mengikutinya
Selain mengikuti perkembangan zaman perubahan sosial dan budaya ini dapat juga disebabkan oleh adanya pertambahan penduduk, dengan bertambahnya penduduk yang sangat cepat menyebabkan perubahan dalam struktur masyarakat.
Penemuan baru atau munculnya teknologi baru, dengan munculnya teknologi baru akan memunculkan suatu budaya baru, baik berupa alat atau berupa gagasan yang diciptakan oleh seorang individu. Dengan diakuinya dan diterima suatu penemuan yang baru serta diterapkannya penemuan baru secara tidak langsung unsur kebudayaan daerah akan terkikis dengan perlahan.

Fungsi Controlling

dalam Pengembangan Organisasi

Diantara beberapa fungsi manajemen, perencanaan dan pengendalian (controlling) mempunyai peran yang sangat penting. Dalam fungsi pengendalian, berusaha untuk mengevaluasi apakah tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai, dan apabila tidak dapat dicapai, maka dicari factor penyebabnya sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan (corrective action). Kita dapat mengumpamakan pengendalian ini sebagai tindakan introspeksi diri bagi seseorang.Banyak cara yang bisa dilakukan orang agar tujuannya dapat tercapai. Sebagaian orang orang memandang bahwa untuk mencapai tujuan hidupnya hanya dapat dicapai apabila orang tersebut mau bekerja. Dalam perkembangan zaman, perkembangan zaman, pemenuhan kebutuhan ataupun pencapaian tujuan hidup tidak lagi sesederhana seperti yang dilakukan masyarakat tradisional. Masyarakat modern sudah mulai memikirkan perlunya bekerja sama dan saling berinteraksi antara sesama.Interaksi manusia yang satu dengan yang lainnya sering kali menimbulkan kenginan hidup dalam satu kelompok, baik itu kelompok besar maupun kelompok yang kecil. Kelompok-kelompok manusia yang didalamnya terdapat lebih dari dua orang biasanya kita sebut sebagai anggota organisasi. Organisasi itu meresap kedalam masyarakat dan juga kedalam kehidupan sehari-hari. Hampir bisa dipastikan bahwa manusia akan selalu berada dalam lingkungan organisasi, baik dalam bentuk dipengaruhi atau dipengaruhi oleh organisasi yang bersangkutan.Alasan utama mengapa organisasi itu dibentuk adalah untuk mencapai suatu tujuan bersama. Tujuan yang sulit dicapai sekalipun bila dilakukan secara bersama-sama (organisasi) akan mempermudah pencapaiannya. Dengan kata lain organisasi itu kita anggap sebagai alat bagi masyarakat untuk mencapai tujuan hidupnya. Pencapaian akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama.
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam proses manajemen tidak akan membawa hasil yang berarti kalau tidak segera diikuti dengan tindakan pengendalian (controlling). Dengan demikian, bisa kita katakan bahwa fungsi ini memiliki kedudukan penting dalam kegiatan manajemen karena dengan pengendalian yang baik atau efektif merupakan jaminan bahwa tujuan yang telah ditetapkan dalam rencana akan tercapai.

A.Pengertian dan Konsep
Pengertian pengendalian sebenarnya berkisar pada pemberian pengamatan, pemantauan, penyelidikan, dan pengevaluasian keseluruhan kegiatan manajemen agar tujuan yang sudah ditetapkan dapat dicapai secara tepat.
Berikut ini beberapa pengertian yang dikemukakan para ahli tentang pengendalian (contolling).
  1. Robbin dan Coulter (1999), mengartikan pengendalian (controlling) sebagai suatu proses memantau kegiatan untuk memastikan bahwa kegiatan itu telah berjalan sebagai mana yang telah direncanakan dan proses mengoreksi setiap penyimpangan yang berarti. Kriteria yang menentukan efektivitas sebuah system pengendalian adalah seberapa baik system itu memperlancar tercapainya tujuan.
  2. Stoner, Freeman dan Gilbert (1996), mendefenisikan pengendalian manajemen sebagai suatu proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yan direncanakan. Dikatakannya, pengendalian membantu manajer memonitor keefektifan aktivitas perencanaan, pengorganisasian, dan kepemimpinan mereka. Sedangkan bagian terpenting dari proses pengendalian itu sendiri adalah mengambil tindakan korektif yang diperlukan.
  3. Robert J. Mokler, memberikan pengertian pengendalian yang menekankan elemen esensial proses pengendalian dalam beberapa langkah. Pengendalian didefenisikan sebagai suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar prestasi dengan sasaran perencanaan, merancang system umpan balik informasi, membandingkan prestasu actual dengan standar yan telah ditetapkan itu, menentukan apakah terdapat penyimpangan danmengukur signifikansi penyimpangan tersebut dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan yan sedang digunakan sedapat mungkin secara lebih efisien dan efektif guna mencapai sasaran perusahaan.

Pengolahan Citra Digital dLm evaluasi Jeruk nipis

ABSTRACT
The limonia aurantifolia can be classified as a special fruit for Indonesia’s socialculture, the circumstance can be witnessed on cultural and religious ceremonies,together with excellent ingredients in traditional medicine and food. Quality of thelimonia aurantifolia determined by weight and maturity levels (age pluck after flower bloom) The area, texture and color indexes were extracted from 200 object sample images using the developed image processing software. The area attributed to weight and texture and color indexes attributed to maturity levels. The featuresextracted from the image were used as input for artificial neural network, that modelled to use 5 and 9 inputs on 6, 9, 13 and 15 hidden layers. The training of artificial neural network used value of 0.8 for momentum constant and learning rate constant, 1.0 for sigmoid function in 3000 iteration. The results showed thatquality provided the highest accurateness of validation of 95.85%.

PENDAHULUAN
Pemanfaatan buah jeruk nipis sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Harga buah jeruk nipis ditentu-kan oleh mutu yang didasarkan pada tingkat ketuaan dan kematangan serta berat.Selama ini dalam pemanenan dan penjualan hasil panen, petani jeruk nipis masih belum melaku-kan pemilahan mutu sehingga harga jual rendah. Sedangkan pedagang pengumpul danindustri maka-nan dan obat tradisional melakukan penyortasian mutu menggunakan prosedur analisa warna kulit secara visual mata manusia dan jumlah buah per kilogram dengan segala keterbatasannya.Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu metode yang dapat menjamin keseragaman mutu jeruk nipis. Metode pengukuran non konvensional yaitu menggunakan pengolahan citra digital (image processing) menghasilkan data yang akan diproses secara pembelajaran dengan jaringan syaraf tiruan (artificial neural network) sehingga dapat digunakan untuk menentukan mutu buah. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menentukan mutu jeruk nipis secara non konven-sional dengan pengembangan algoritma pengolahan citra digital dan jaringan syaraf tiruan. Sedangkan secara khusus, meliputi:mengembangkan algoritma pengolahan citra digital untuk menganalisis parameter mutu jeruknipis, membangun model jaringan syaraf tiruan untuk menentukan mutu jeruk nipis berdasarkan analisis citra digital dan menguji perangkat lunak yang dibangun dalam mengelompokkan buah jeruk nipis.

Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu metode yang dapat menjamin keseragaman mutu dari buah - buah jeruk nipis tersebut. Metode pengukuran non konvensional yaitu menggunakan pengolahan citra digital (image processing) menghasilkan data yang akan diproses secara pembelajaran dengan jaringan syaraf tiruan (artificial neural network) sehingga dapat digunakan untuk menentukan mutu dari buah jeruk nipis tersebut


PEMBAHASAN
Dalam pengolahan data tekstur, dapat diketahui dari perbedaan ambang batas atas dan ambang batas bawah pada fitur kontras dan fitur homogenitas tiap umur umur petik. Fitur kontras dapat membedakan umur petik 180 hari dengan 120 hari dan 140 hari, akan tetapi data kontras antara umur petik 120 hari dan 140 hari dengan 160 hari tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Keakuratan model JST yang paling ideal adalah menggunakan parameter hasil pengolahan citra sebagai data masukan tingkat mutu (r, g, b, energi, entropi, kontras, homogenitas dan luas proyeksi) dapat menentukan mutu buah jeruk nipis dengan tingkat keakuratan 95.83 %.

Fitur homogenitas dapat membedakan umur petik 180 hari dengan 120 hari dan 140 hari, akan tetapi data homogenitas antara umur petik 120 hari dan 140 hari dengan 160 hari tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. memperlihatkan sebaran nilai homogenitas dengan umur petik SBM.

Evaluasi Tingkat Kematangan Jeruk Nipis Dengan Metode Pengolahan Citra Digital. Dalam pengolahan data sistem warna RGB, Indeks warna merah dapat membedakan umur petik 120 hari dengan 140 hari dan umur petik 140 hari dengan umur petik 160 hari, indeks warna hijau dapat membedakan umur petik 140 hari dengan 160 hari dan umur petik 160 hari dengan umur petik 180 hari, indeks warna biru dapat membedakan umur petik 120 hari dengan 160 dan 180 hari.

Pengantar Kecerdasan Buatan(AI)

Sub-topik:
1.Konsep dasar dan pengertian AI
2.Asumsi Dasar AI
3.Perbedaan antara Pemrograman AI dan konvensional
4.Bidang-bidang aplikasi AI

Pengertian AI :
1.Suatu cara yang sederhana untuk membuat komputer dapat “berpikir” secara inteligent
2.Bagian dari ilmu komputer yang mempelajari perancangan sistem komputer yang inteligent, yaitu suatu sistem yang meperlihatkan karakteristik yang ada pada tingkah laku manusia, seperti mengerti suatu bahasa, mempelajari,mempertimbangkan dan memecahkan suatu masalah.
3.Suatu studi bagaimana membuat komputer dapat mengerjakan sesuatu, yang pada saat ini, orang dapat mengerjakan lebih baik
4.Bidang ilmu komputer yang memungkinkannya untuk memahami, bernalar dan bertindak.

Tujuan AI:
1.Untuk mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah,masalah yang biasa diselesaikan melalui aktifivitas intelektual manusia, misalnya pengolahan citra,perencanaan, peramalan dan lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis komputer.
2.Untuk meningkatkan pengertian/pemahaman kita pada bagaimana otak manusia bekerja

Arah AI:
1.Mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah AI tanpa mengikuti cara manusia menyelesaikannya (sistem pakar / expert systems)
2.Mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah AI melalui pemodelan cara berpikirnya manusia, atau cara bekerjanya otak manusia (neural networks).

Jantung Penelitian AI adalah : Physical Symbol System Hypothesis.
Physical Symbol System terdiri dari himpunan entitas yang dinamakan simbol, berpola fisik yang dapat menjadi komponen dari entitas tipe lain yang dinamakan Ekspresi (struktur simbol)
Struktur simbol terdiri dari sejumlah instant (Token) dari simbol-simbol yang berhubungan pada beberapa cara fisik. Selain struktur tersebut, sistem juga berisi koleksi proses-proses yang beroperasi pada ekspresi, untuk menghasilkan ekspresi lain : proses pembuatan (create), modifikasi, reproduksi, dan penghancuran (destruksi).
Jadi PSS adalah mesin yang memproduksi suatu koleksi penyusunan struktur simbol. Sistem seperti itu terdapat dalam suatu objek dunia yang lebih luas dari hanya ekspresi simbolik itu sendiri.

Empat hal untuk membangun sistem atau memecahkan masalah tertentu :
1.Definisikan masalah dengan jelas
2.Analisis masalah
3.Kumpulkan dan representasikan knowledge
4.Pilih teknik pemecah masalah terbaik dan gunakan untuk masalah tertentu

Strategi Kontrol
Syarat-syarat strategi kontrol:

cause motion. Perhatikan kembali water jug problem. Jika kita mengimplementasikan strategi kontrol sederhana dengan selalu memilih aturan pertama pada daftar 12 aturan yang telah dibuat, maka kita tidak akan pernah memecahkan masalah. Strategi kontrol yang tidak menyebabkan motion tidak akan pernah mencapai solusi.
Systematic. Strategi kontrol sederhana yang lain untuk water jug problem: pada setiap siklus, pilih secara random aturan-aturan yang dapat diaplikasikan. Strategi ini lebih baik dari yang pertama, karena menyebabkan motion. Pada akhirnya strategi tersebut akan mencapai solusi. Tetapi mungkin kita akan mengunjungi beberapa state yang sama selama proses tersebut dan mungkin menggunakan lebih banyak langkah dari jumlah langkah yang diperlukan. Hal ini disebabkan strategi kontrol tersebut tidak sistematik. Beberapa strategi kontrol yang sistematik telah diusulkan, yang biasa disebut sebagai metoda-metoda dalam teknik searching. Di bab ini, akan dibahas enam metoda, yaitu Breadth First Search, Uniform Cost Search, Depth First Search, Depth-Limited Search, Iterative-Deepening Depth-First Search, dan Bi-directional search. Masing-masing metoda tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda.

Strategi Pencarian
Terdapat empat kriteria dalam strategi pencarian, yaitu:
Completeness: Apakah strategi tersebut menjamin penemuan solusi jika solusinya memang ada?
Time complexity: Berapa lama waktu yang diperlukan?
Space complexity: Berapa banyak memori yang diperlukan?
Optimality: Apakah strategi tersebut menemukan solusi yang paling baik jika terdapat beberapa solusi berbeda pada permasalahan yang ada?

Jaringan Saraf Tiruan

PENDAHULUAN
Pemanfaatan buah jeruk nipis sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Harga buah jeruk nipis ditentu-kan oleh mutu yang didasarkan pada tingkat ketuaan dan kematangan serta berat.Selama ini dalam pemanenan dan penjualan hasil panen, petani jeruk nipis masih belum melaku-kan pemilahan mutu sehingga harga jual rendah. Sedangkan pedagang pengumpul danindustri maka-nan dan obat tradisional melakukan penyortasian mutu menggunakan prosedur analisa warna kulit secara visual mata manusia dan jumlah buah per kilogram dengan segala keterbatasannya.Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu metode yang dapat menjamin keseragaman mutu jeruk nipis. Metode pengukuran non konvensional yaitu menggunakan pengolahan citra digital (image processing) menghasilkan data yang akan diproses secara pembelajaran dengan jaringan syaraf tiruan (artificial neural network) sehingga dapat digunakan untuk menentukan mutu buah. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menentukan mutu jeruk nipis secara non konven-sional dengan pengembangan algoritma pengolahan citra digital dan jaringan syaraf tiruan. Sedangkan secara khusus, meliputi:mengembangkan algoritma pengolahan citra digital untuk menganalisis parameter mutu jeruk

ABSTRACT
The limonia aurantifolia can be classified as a special fruit for Indonesia’s socialculture, the circumstance can be witnessed on cultural and religious ceremonies,together with excellent ingredients in traditional medicine and food. Quality of thelimonia aurantifolia determined by weight and maturity levels (age pluck after flower bloom) The area, texture and color indexes were extracted from 200 object sample images using the developed image processing software. The area attributed to weight and texture and color indexes attributed to maturity levels. The featuresextracted from the image were used as input for artificial neural network, that modelled to use 5 and 9 inputs on 6, 9, 13 and 15 hidden layers. The training of artificial neural network used value of 0.8 for momentum constant and learning rate constant, 1.0 for sigmoid function in 3000 iteration. The results showed thatquality provided the highest accurateness of validation of 95.85%.

Dalam pengolahan data tekstur yang dapat digunakan adalah fitur kontras dan homogenitas, Fitur kontras dapat membedakan umur petik 180 hari dengan 120 dan 140 hari, Fitur homogenitas dapat membedakan umur petik 180 hari dengan 120 hari dan 140 hari. Keakuratan model JST yang paling ideal adalah menggunakan parameter hasil pengolahan citra sebagai data masukan tingkat mutu (r, g, b, energi, entropi, kontras, homogenitas dan luas proyeksi) dapat menentukan mutu buah jeruk nipis dengan tingkat keakuratan 95.83 %. Indeks warna merah dapat membedakan umur petik 120 hari dengan 140 hari dan umur petik 140 hari dengan umur petik 160 hari, indeks warna hijau dapat membedakan umur petik 140 hari dengan 160 hari dan umur petik 160 hari dengan umur petik 180 hari, indeks warna biru dapat membedakan umur petik 120 hari dengan 160 dan 180 hari.

download full *.pdf